Heboh Apoteker Gantung Diri, Padahal Bukan Setelah Diklarifikasi IAI

2897
apoteker gantung diri

Seorang wanita berinisial NW (34) ditemukan tewas gantung diri di pintu dapur rumahnya (4/11/15). Kejadian ini terjadi di Kelurahan Margabati Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Kapolsek Cibeureum, AKP Suharto membeberkan kronologis kejadian dan menginformasikan bahwa yang melakukan aksi bunuh diri adalah seorang Apoteker. Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Tasikmalaya kemudian membantahnya.

Heboh Apoteker Gantung Diri, Padahal Bukan Setelah Diklarifikasi IAI. Seperti dikutip dari radartasikmalaya.com, perempuan yang sehari-hari menjadi Apoteker mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Suami NW, Ifran (35) menemukan istrinya tergantung di Pintu dapur yang rumahnya.

Menurut Kapolsek Cibeureum AKP Suharto, Irfan yang tidur di kamarnya terbangun. Dia mendengar ada yang mengetuk pintu, begitu keluar kamar, dia melihat istrinya tergantung di palang pintu menuju-dapur, kepalanya terlilit kain sarung.

“Pas (Irfan) bangun, korban sudah meninggal” ujar Suharto Kepada Radar di rumah NW .

“Anak pasangan NW dan irfan yang sebelumnya mengetuk pintu setelah melihat Ibunya tergantung” lanjutnya

Di dekat jasad NW ada meja kecil yang diduga sebagai tempat bersandar sebelum melakukan usaha gantung diri. Saat pihak kepolisian tiba di tempat kejadian, jenazahnya sudah diturunkan dan diurus untuk dimakamkan

“NW merupakan apoteker yang bekerja di salah satu apotek di Kota Tasikmalaya” Ungkap Suharto.

Menurut sepupu korban, Nandang Ginaja, korban terlhat gelisah akhir-akhir ini setelah pindah rumah hunian yang menjadi lokasi tempat mengakhiri hidupnya. Baru 6 bulan ditempati setelah sebelumnya tinggal dekat orang tuanya.

Bukan hanya versi online, di edisi cetaknya pun diberi judul headline “Apoteker Gantung Diri”, tidak pelak membuat kehebohan tersendiri dikalangan para apoteker.

apoteker gantung diri

Untungnya, IAI mengklarifikasi di surat kabar yang sama. Menurut Ketua IAI Kota Tasikmalaya, Yanto Risyanto wanita yang melakukan aksi bunuh diri bukan seorang apoteker melainkan seorang karyawan apotek.

“Dia memang kerja di apotek, tapi hanya karyawan biasa. Bukan Apoteker” Kata Yanto dikutip radartasikmalaya.com.



Kapolsek mungkin ada benarnya mengatakan NW sebagai seorang Apoteker. Karena dianggapnya saat ini Apoteker “selalu ada” di Apotek. Wajar jika orang awam menilai apabila seseorang yang setiap harinya bekerja di apotek maka dia sebagai Apoteker. Baik itu Apoteker ataupun bukan, tetap saja aksi bunuh diri yang terjadi tidak patut untuk dilakukan.