Ini Alasan DR Sampurno Kritik IAI Tentang Sistem Kompetensi Apoteker

9204
iai

Saat ini Apoteker di seluruh Indonesia pada umumnya merasa terbantu atas kritikan mantan Kepala Badan POM, DR. Sampurno A Chaliq kepada pihak-pihak terkait yang menyelenggarakan sistem kompetensi apoteker melalui pengumpulan kredit 150 SKP melalui status facebooknya.

Dari status terbarunya pada Hari Minggu (17/5), Ini Alasan DR Sampurno Kritik IAI Tentang Sistem Kompetensi Apoteker :

JANGAN SALAH TAFSIR DAN BURUK SANGKA:
Saya sama sekali tidak ada niatan untuk meyerang secara personal thd pengurus IAI. Suara-suara apoteker dari grass root patut kita dengarkan dan perhatikan, mereka membutuhkan kepedulian kita. Mari kita berfikir dengan hati nurani yg jernih, di bawah sana mayoritas apoteker komunitas hanya mendapat gaji IDR 1,5 juta per bulan. Jauh di bawah UMP buruh pabrik di Jabodetabek.
Para apoteker di grass root betapapun mereka berhak untuk bermimpi tentang masa depan dan harapan-harapannya bersama keluarganya. Mereka juga kepingin bisa menyekolahkan anak2nya dan punya rumah yg bisa utk berteduh. Tapi lihatlah, dengan gaji sekecil itu, tanpa jaminan dan fasilitas apapun dan sama sekali tidak ada pensiun, mereka berada dijalan buntu tanpa secercah harapan.
Kalau ada yg menyalahkan saya karena saya menampung suara dari akar rumput, saya akan terima apapun risikonya. Mungkin ada yg sdh mapan statusnya menjadi pengurus, dan terusik oleh staus saya dan grass root , saya mohon dimaafkan. Tapi itu tdk berarti saya mundur…. sedumuk batuk, senyari bumi…… bakal ingsun lakoni.
KRITIK SAYA SUDAH CUKUP
Rasanya kritik saya kepada IAI dan segenap pengurusnya sudah cukup. saya tdak berniat untuk memperpanjang lagi. Harapan saya semua pihak tersadar dan melakukan perbaikan bersama untuk organisasi dan masyarakat.
Dahulu saya pernah sekolah di Muhammadiyah, ada doktrin yg berasal dari pendirinya KH A Dahlan: hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah. Rasanya itu relevan untu diterapkan di IAI: Hidup-hidupilah IAI dan jangan mencari penghidupan di IAI. Semoga selalu mendapat berkah, petunjuk dan hidayah dari Allah swt. Indonesiaku, Indonesiamu dan Indonesia kita.

Bagi Apoteker di seluruh Indonesia mari gunakan media komentar di bawah ini untuk mencarikan suatu solusi agar profesi Apoteker di Indonesia menuju ke arah yang lebih baik lagi.



19 Komentar dipostingan ini dipindahkan ke Forum Komunitas Apoteker Indonesia, untuk melihat dan memberi komentar segera bergabung di Forum Komunitas Apoteker Indonesia klik disini