Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap ?

917
Bayi tidur tengkurap
Bayi tidur tengkurap

Bidhuan.id – Pertanyaan seputar umur berapa bayi bisa tengkurap sering kali ditanyakan oleh para orang tua yang baru saja mempunyai bayi. Hal ini, lantaran banyak dari orang tua yang tidak sabar ingin bisa melihat bayinya tengkurap yang menjadi suatu tanda perkembangan bayi yang dimilikinya. Untuk bayi sendiri, tengkurap bisa jadi hal yang menyenangkan namun ada juga bayi yang tidak suka tengkurap.

Bayi yang tidak suka tengkurap biasanya punya tubuh yang montok. Dengan tubuhnya yang montok itu, bayi malas tengkurap. Kalau sudah begitu adakah cara agar bayi mau tengkurap?

Dr Eka Nurfitri SpA yang merupakan Dokter di RSUP Fatmawati, Jakarta akan coba menjelaskan. Penasaran seperti apa? Yuk disimak dibawah ini.

Kapan Bayi Bisa Tengkurap ?

Biasanya Bayi mulai tengkurap pada usia 4 bulan. Namun bukan berarti kalau bayi 4 bulan belum bisa tengkurap menandakan perkembangan nya tidak normal. Sebab waktu 4 bulan itu juga belum pasti.

Karena dalam denver developmental screening test II, rentang waktu bayi mulai bisa tengkurap terjadi antara 3-7 bulan.

Namun, pada prakteknya di usia 3 bulan banyak dari para bayi yang sudah bisa tengkurap. Tak hanya tengkurap saja, bahkan kakinya pun mulai suka menendang-nendang.

Perkembangan bayi umur 3 bulan lainnya yang sering muncul ialah, saat bayi tersebut didirikan. Kaki si bayi mulai menapak. Hal lainnya, si bayi pun mulai nakal memasukkan tangannya ke mulut.

Normalnya sebelum bisa tengkurap, bayi akan belajar mengguling-gulingkan tubuhnya sendiri. Untuk bayi yang terlahir prematur, proses perkembangan tersebut biasanya kan lebih terlambat. Sedangkan bayi yang montok, mereka akan malas untuk mengguling-gulingkan tubuhnya bahkan untuk bergerak sekalipun. Disini pentingnya peran orang tua untuk membantu si bayi agar proses belajar si bayi tengkurap lebih cepat.

Cara Melatih Bayi Tengkurap

Bayi akan belajar tengkurap secara alamiah. Hal ini biasanya dimulai dari prilaku si bayi yang mencoba untuk memiringkan badannya wantu berusia 1,5-2 bulan. Saat itulah, keinginan untuk tengkurap sudah ada pada si bayi.

Prilaku memiringkan tubuhnya akan terus ia lakukan sampai pada akhirnya ia bisa tengkurap. Setelah bisa tengkurap, si bayi akan mulai kembali belajar untuk membalikan kembali tubuhnya pada sisi lain.

Jadi, sebagai orang tua kita cukup melihat proses perkembangan si bayi untuk tengkurap berlangsung. Namun perlu diperhatikan, saat usia si bayi 3 bulan bayi biasanya belum mampu untuk menopang kepala, belum bisa meraih benda dengan tangannya, belum memperhatikan tangannya, belum dapat menggengam dan waktu diangkat kepalanya masih suka jatuh.

Kalau si bayi sudah bisa tengkurap dan berguling, Selamat ya! Karena saat itulah otot-otot yang ada pada tubuh bayi sudah mulai terlatih dan menjadi kuat.

Tugas kita sebagai orang tua adalah dengan merangsangnya untuk lebih sering berguling dan tengkurap. Cara yang dapat dilakukan misalnya dengan meletakkan mainan yang cukup menarik perhatiannya, Biarkan si bayi mencoba untuk meraih mainan tersebut. Juga saat si bayi tengkurap, coba letakkan mainan yang menarik di atas kepalanya, biarkan ia terangsang untuk menggapai mainan tersebut dengan mencoba membalikan tubuhnya terlebih dahulu.

Meskipun terlihat sederhana, cara-cara tersebut mampu memberikan efek yang signifikan dalam memperkuat otot si bayi.

Bayi 6 bulan belum bisa tengkurap , Kenapa?

Meski masih masuk dalam rentang waktu pada denver developmental screening test II sebagaimana disebutkan di awal. Namun, jika bayi pada usia 6 bulan belum bisa tengkurap bahkan tidak menunjukan keaktifan perlu kiranya bagi orang tua untuk segera melakukan konsultasi ke Dokter Anak.

Konsultasi ke Dokter anak juga perlu dilakukan jika saat berusia 3 bulan, kepala si bayi masih lemas dan seringkali jatuh terkulai. Karena hal tersebut bisa jadi tanda, kalau si bayi mengalami keterlambatan dalam perkembangannya.



[Baca juga: Obat Batuk Bayi Tak Boleh dipilih Sembarangan ]

 

SHARE